Pernahkah Anda mendengar istilah "pajak Sayonara"? Jika bukan itu masalahnya, Anda harus menemukannya. Apalagi jika Anda mengunjungi Jepang dalam waktu dekat. Berikut adalah tujuh fakta tentang Pajak Sayonara yang perlu Anda ketahui!

1. Apakah pajak Sayonara?

Pajak Sayonara adalah pajak perpisahan yang harus dibayar turis ketika mereka meninggalkan Jepang. Biayanya 1.000 yen atau sekitar Rp 132.000 (tergantung pada nilai tukar). Pajak ini direncanakan mulai 7 Januari 2020. RUU (RUU) tentang pajak keberangkatan (pajak keberangkatan) diadopsi oleh Parlemen Jepang pada 11 April 2018.

2. Kepada siapa pajak ini akan diberlakukan?

Pajak ini tidak hanya dikenakan pada wisatawan asing, tetapi juga pada wisatawan Jepang yang meninggalkan negara Sakura. Tarif ini berlaku untuk semua jenis transportasi, terlepas dari apakah itu menyangkut pesawat atau kapal. Pajak Sayonara dikumpulkan segera dan ditambahkan ke tiket pesawat atau tiket kapal.

Maskapai penerbangan dan manajemen kapal sendiri membayar pajak kepada pemerintah Jepang. Jadi Anda tidak perlu khawatir dan mencari tempat khusus untuk membayar pajak ini. Kecuali Anda berlibur ke Jepang dengan pesawat pribadi, ya! Pembayaran harus dilakukan di muka naik,

3. Turis ini tidak dikenai pajak

Khususnya, Balita di bawah 2 tahun dan penumpang transit yang tinggal di Jepang kurang dari 24 jam tidak dikenakan pajak Sayonara. Ini sesuai dengan hukum yang didukung oleh Mahkamah Agung Jepang.

4. Fantastis! Jepang mendapat omset sebesar …

Dengan biaya yang dikumpulkan ini, Jepang diperkirakan akan menerima sumber pendapatan baru hingga 43 miliar yen (sekitar Rp5,5 triliun) per tahun fiskal, kamu tahu! Jumlah yang fantastis, bukan?

Ini sesuai dengan data dari Jiji Press yang mengatakan ada sekitar 40 juta keberangkatan dari Jepang pada 2016. 17 juta dari mereka adalah warga negara Jepang sendiri.

Pada periode Januari dan Maret 2020, Tokyo memperkirakan akan menghasilkan sekitar 6 miliar yen saja. Sumber daya ini dialokasikan untuk membuat instalasi gerbang yang dilengkapi dengan sistem pengenalan wajah. Semakin maju tidak!

5. Untuk apa Pajak Sayonara digunakan?

Pajak keberangkatan Jepang ini akan digunakan dalam hal ini:

  • Meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata
  • Promosikan tempat wisata di pedesaan Jepang
  • Membiayai kampanye pariwisata global
  • Menyelenggarakan panduan multibahasa di taman nasional dan situs budaya di Jepang
  • Pastikan bahwa operator transportasi umum memperluas layanan Wi-Fi gratis

6. Bukan hanya Jepang

Pajak keberangkatan ini juga berlaku di Korea Selatan, Amerika Serikat dan Australia. Korea Selatan memberlakukan biaya keberangkatan sekitar 128.000 untuk wisatawan yang menggunakan transportasi udara. Amerika Serikat membebankan biaya sekitar Rp.181.825 untuk wisatawan asing. Sementara itu, Australia mengenakan biaya IDR 642.970 per orang.

7. Pajak Sayonara akan mengurangi jumlah wisatawan?

Setiap kebijakan pasti akan memunculkan pro dan kontra. Pajak Sayonara juga dikomentari oleh para kritikus yang khawatir bahwa pajak baru ini akan mengurangi jumlah wisatawan. Kemungkinan ini mungkin timbul karena harga tiket ke Jepang akan otomatis naik. Semua ini, bagaimanapun, adalah untuk meningkatkan infrastruktur wisata di sana. Wisatawan juga mendapat manfaat, bukan?

Itulah tujuh fakta Pajak Sayonara yang perlu Anda ketahui. Apakah Anda setuju dengan kebijakan ini? Setuju atau tidak setuju, pesan saja tiket pesawat ke Jepang di Difa Wisata. Beli tiket pesawat online dijamin aman dan banyak promosi. Ayo pergi!

Sumber Link: Kunjungi website

Leave a Reply