Difa Wisata.Com – Candi Prambanan mungkin salah satu candi terkenal di Yogyakarta. Kuil ini juga merupakan salah satu candi yang paling banyak dikunjungi. Selain menjadi paket tujuan penting bagi agen perjalanan, keindahan candi ini tak tertandingi. Mungkin bahkan mereka yang sudah sering menghadiri Candi Prambanan tidak bosan.

Tapi tahukah Anda bahwa masih banyak candi di Yogyakarta selain candi Prambanan? Tentu saja, kuil ini tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Misalnya, Candi Ijo, candi tertinggi di Yogyakarta atau Candi Ratu Boko yang eksotis.

Oke, berikut adalah candi Prambanan dan 6 candi lainnya di Yogyakarta yang bisa dikunjungi. Mungkin liburan berikut dapat direncanakan untuk mengunjungi salah satu atau semua kuil di artikel ini:

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan, candi Hindu terbesar di Yogyakarta
Candi Prambanan, candi Hindu terbesar di Yogyakarta

Candi Prambanan adalah candi terbesar di Yogyakarta, salah satu mahakarya budaya Hindu yang didirikan sejak abad ke-10. Ada banyak bangunan candi yang menjulang tinggi di mana bangunan tertinggi adalah 47 meter kekalahan. Ini membuat keindahan arsitektur tak tertandingi.

Dikatakan bahwa Candi Prambanan dibuat oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi persyaratan Roro Jonggrang. Namun tragisnya, Roro Jonggrang malah menjadi salah satu patung untuk melengkapi candi ke 1000 karena dikutuk oleh Bandung Bondowoso. Tiket masuk ke Candi Prambanan adalah Rp30.000 untuk orang dewasa, Rp12.500 untuk anak-anak dan USD18 untuk wisatawan asing. Kuil ini buka setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga 5 sore.

2. Candi Ijo

Candi Ijo, Yogyakarta
Candi Ijo, Yogyakarta

Kuil IJo adalah posisi tertinggi di Yogyakarta, sehingga Anda dapat menikmati lanskap Yogyakarta dari utara ke selatan dari Kuil Ijo. Dari kuil ini Anda juga dapat melihat proses lepas landas dan mendaratkan pesawat di landasan pacu Bandara Adisutjipto. Jadi, sementara pengunjung tidak terlalu menyukai wisata sejarah, mereka masih dapat melakukan perjalanan melalui alam.

Kuil Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di Bukit Hijau pada ketinggian sekitar 410 m di atas permukaan laut. Kompleks Kuil IJo sendiri terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi menjadi 11 teras. Di mana bangunan di teras ke-11 adalah gerbang, delapan pos, empat bangunan, yaitu candi utama, dan tiga candi pendukung. Meletakkan bangunan di setiap teras didasarkan pada kesuciannya. Bangunan di teras tertinggi adalah yang paling suci. Selain itu, teras pertama adalah halaman yang mengarah ke pintu masuk dan merupakan teras bertingkat yang membentang dari barat ke timur. Masuk ke Kuil Ijo gratis.

3. Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko sebenarnya adalah kompleks istana yang indah yang dibangun dan ada sejak abad ke 8. Candi Ratu Boko yang unik dibangun oleh kerabat Borobudur, sebuah kuil Buddha. Istana ini terletak 196 meter di atas permukaan laut. Luas istana 250.000 m2 dibagi menjadi empat, yaitu pusat, barat, tenggara dan timur.

Kuil ini memang unik, meskipun didirikan oleh seorang Buddha, istana Ratu Boko memiliki banyak unsur Hindu. Semuanya terlihat jelas dengan patung Ganesha, Lingga dan Yoni, dan sebuah plakat emas bertuliskan "Om Rudra ya namah swaha", yang biasanya merupakan bentuk pemujaan terhadap Rudra, nama lain untuk Dewa Siwa. Keberadaan unsur Hindu ini membuktikan bahwa toleransi beragama telah ada sejak zaman kuno. Tiket masuk ke kuil Ratu Boko Palace adalah Rp 25.000 untuk orang dewasa, IDR 10.000 untuk anak-anak dan USD 13 untuk wisatawan asing. Kuil ini buka setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga 5 sore.

4. Candi Plaosan

Candi Plaosan
Candi Plaosan

Candi Plaosan tidak jauh dari Candi Prambanan. Kuil ini adalah candi eksotis yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk Permaisuri Pramudyawadani. Uniknya, arsitektur Candi Plaosan adalah perpaduan arsitektur candi Hindu dan Budha.

Lokasi Candi Plaosan berada di Dusun Bugisan, Kabupaten Prambanan. Sementara kompleks candi itu sendiri terbagi dua. Yaitu Candi Plaosan Kidul dan Candi Plosan Lor. Sebagai kembar, kedua candi memiliki teras persegi panjang dan semi-berbentuk semedi di sebelah barat. karena kesamaan ini, Candi Plaosan lor dan Candi Plaosan Lor terlihat seperti kacang sirih dari kejauhan. Karena itu, Candi Plaosan juga dikenal sebagai Kuil Kembar di Yogyakarta.

5. Candi Barong

Candi Barong
Candi Barong

Ketika mengunjungi Dusun Candisari, Sambirejo, ada juga dua candi yang berdiri tinggi di halaman tiga tingkat yang besar. Candi ini adalah Kuil Barong, tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri, dewi kesuburan. Berdasarkan sejarahnya, Candi Barong diperkirakan telah dibangun antara abad ke-9 dan ke-10.

Nama candi Barong sendiri menjadi terkenal karena ada hiasan ketika itu adalah sosok raksasa menyeramkan dalam bentuk barong menghiasi setiap gerbang pintu masuk candi. Padahal barong dalam agama Hindu sebenarnya adalah penjaga kesucian bangunan. Jadi itu bukan hal yang menakutkan.

6. Candi Sambisari

Candi Sambisari
Candi Sambisari

Candi Sambisari diperkirakan telah dibangun antara 812 dan 838 M, mungkin pada masa pemerintahan Rakai Garung. Candi ini secara tidak sengaja ditemukan oleh seorang pria bernama Karyowinangun pada tahun 1966. Setelah ditemukan secara tidak sengaja, penggalian baru dilakukan untuk melanjutkan penemuan ratusan batu dan patung candi kuno.

Lokasi Candi Sambisari berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kabupaten Kalasan, Sleman. Lokasinya hanya sekitar 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Kompleks candi itu sendiri terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi terkait. Ada 2 gerbang di sekitar kompleks candi, satu gerbang telah sepenuhnya dipulihkan dan satu gerbang lainnya hanya sedikit terlihat di timur candi. Masih sebagai penghalang, ada 8 pasak lingga yang tersebar di setiap arah kompas. Tiket masuk ke Candi Sambisari gratis, dan kuil ini buka setiap hari mulai jam 9:00 – 16:00.

7. Candi Tara

Candi Tara atau Candi Kalasan
Candi Tara atau Candi Kalasan

Kuil Tara adalah kuil yang dibuat dan didedikasikan untuk Tara. Candi ini unik dalam bentuk dinding luar yang dilapisi semen tua. Candi Tara juga merupakan candi Budha tertua di Yogyakarta yang dibangun oleh Rakai Panangkaran, raja Dinasti Syailendra yang merupakan salah satu pendiri pendiri Borobudur.

Lokasi Candi Tara berada di Kalibening, Kalasan. Itulah sebabnya candi ini juga disebut candi Kalasan. Proses produksi selesai pada 778 M dan tidak jauh dari Jalan Yogya Solo. Berdasarkan sejarahnya, Kuil Tara dibangun sebagai penghormatan atas pernikahan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dinasti Syahendra Dyah Pramudya Wardhani. Selain sebagai hadiah pernikahan, kuil itu juga menanggapi usul raja untuk membangun bangunan suci lain untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para imam.

Catatan: Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata terbaik di Indonesia. Dari wisata sejarah, wisata belanja hingga wisata alam di Yogyakarta. Dalam perjalanan ke kota Yogyakarta dapat dicapai dengan kereta api dari beberapa kota besar di Jawa. Atau mungkin juga dengan penerbangan murah ke Yogyakarta, baik dari luar negeri maupun dari negara seperti Bandung, Jakarta dan Bali.

Paket Wisata Murah

DifaWisata.com –
Paket Wisata Murah tahun 2020 dengan harga terjangkau. Temukan liburan serta pengalaman yang baru bersama kami. Dengan perjalanan Private Tour Wisata Indonesia, tidak digabung dengan peserta lain, menjadikan liburan Anda lebih personal dan menyenangkan. Kami menyediakan beberapa pilihan Paket liburan murah dan program wisata sesuai budget Anda. Itinerary tour, kami sesuaikan dengan jadwal sholat & Makanan yang kami sediakan di restoran bersertifikat halal, yang menjadikan kami sebagai biro perjalan Wisata halal Indonesia.

Sumber Link: Kunjungi website

Leave a Reply