Wartawan: Syarifah Latowa (MG-246) | Editor: Faizal R Arief

DifaWisata, POSO – Pementasan Festival Danau Poso (FDP) bertajuk “Pesona Megah Sulawesi Tengah” berhasil memukau ribuan pengunjung yang menyaksikan pembukaan FDP di tepi Danau Poso, Desa Pamona, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (20/10/2023) malam.

Pembukaan Festival Danau Poso menampilkan berbagai seni dan budaya asli provinsi Sulawesi Tengah, antara lain tarian kolosal 350 mahasiswa khas Poso, Pawai Putri Danau Poso, Fashion Show dan musik Karambangan.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura saat membuka festival Danau Poso mengatakan, Sulawesi Tengah seperti sepotong kecil surga yang ditemukan Tuhan di bumi. Oleh karena itu tidak heran jika Sulawesi Tengah merupakan negara yang kaya akan berbagai potensi sumber daya alam.

Begitu juga dengan keindahan alamnya yang eksotis dan megah. Salah satunya adalah Danau Poso. Danau yang terbentuk dari aktivitas tektonik ini merupakan danau terdalam ke-3 di Indonesia dengan panjang 32 KM dan lebar 16 KM.

“Danau Poso merupakan habitat sejumlah ikan endemik seperti belut atau lebih dikenal dengan sogili, belut dan keong air tawar,” kata gubernur.

Selain itu, tidak jauh dari Danau Poso terdapat situs megalit peninggalan zaman prasejarah yang tersebar di sepanjang lereng Lembah Napu, Lembah Besoa, dan Lembah Bada.

Festival-Danau-Poso-2.jpg

“Dari peninggalan zaman megalitik ini, kita sudah memberi label tempat wisata Poso sebagai Poso dengan 1000 megalit. Karena kita tahu bahwa megalit di luar negeri seperti Korea baru berusia sekitar 1700 tahun, tetapi megalit di lembah Bada sudah 3000 tahun. tua tua,” katanya.

Peninggalan prasejarah harus diperhitungkan, kata Gubernur Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan Festival Danau Poso merupakan festival tahunan yang diadakan di tepi danau sejak tahun 1989 dengan menampilkan berbagai atraksi seni budaya dari setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Dalam perjalanannya, lanjutnya, FDP tersendat karena konflik di Kabupaten Poso pada tahun 2000-an. Setelah konflik, FDP kembali digelar dengan tujuan untuk menghilangkan stigma negatif dan meningkatkan citra pariwisata di Provinsi Sulawesi Tengah di umumnya dan Kabupaten Poso pada khususnya.

Ia berharap FDP ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Tengah. Kedepannya, ia berharap FDP Poso bisa masuk dalam kalender event Nusantara.

Bupati Poso Verna Inkiriwang menambahkan, festival Danau Poso diadakan sebagai ajang promosi pariwisata Poso, sekaligus sebagai ajang pembuktian kepada dunia luar bahwa Poso sangat aman, nyaman dan tentram untuk mengunjungi kembali pesona budaya dan pariwisata yang ada. benar-benar luar biasa.

“Kami fokus pada pelaksanaan FDP tahun ini untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Memang inti dari pertunjukan budaya dan pariwisata di Poso dan Sulawesi Tengah secara umum adalah wadah promosi daerah potensi wisata. dan potensi budaya khas Sulawesi Tengah yang sangat tinggi,” ujarnya.

Sekadar informasi, bagi warga yang berkunjung ke lokasi FDP ada tiga lokasi (lokasi).

Festival-Danau-Poso-3.jpg

Acara pembukaan dan pertunjukan musik dan tarian tradisional digelar di kawasan Anjungan Danau Poso, yang juga ditempati oleh para pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Produk yang dijual sudah terkenal di Indonesia bahkan di luar negeri.

Kemudian lokasi kedua di kawasan FDP lama yang disebut Venue ‘Mangkoni’ (artinya makan), kawasan ini ditempati oleh sekitar 33 stand yang dipenuhi oleh para pebisnis kuliner dan para pebisnis kopi.

Lokasi ketiga, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik akustik yang terletak di kawasan Panorama Hutan Pinus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Sulteng Diah Agustiningsih mengatakan, kerjasama Dispar Sulteng dengan Dispar Poso ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 7.000 pengunjung, baik warga Poso maupun masyarakat dari luar Poso dan sekitarnya. Sulawesi yang berlangsung selama 3 hari, Kamis-Sabtu (20-22/10/2023).

“Luas venua atau luas pelaksanaan FDP kali ini kurang lebih hingga 5 km persegi, yaitu untuk area anjungan Danau Poso hingga tapak FDP lama dan venua lainnya di hutan pinus,” dia menjelaskan.

Diah menambahkan, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain menampilkan musik dan tarian tradisional dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, membakar nasi bambu (memecahkan rekor MURI), dan penobatan Putri Danau Poso.

Festival Danau Poso 2023 juga didukung oleh Bank Sulawesi Tengah, Bank Indonesia dan PT Poso Energy.

**) Dapatkan update informasi DifaWisata Indonesia pilihan setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan gabung. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.


festival posomeer festival posomeer posomeer 2023 fdp 2023 gubernur sulteng rusdy mastura hammer city poso


Penerbit : Rizal Danic

Paket Wisata Murah

DifaWisata.com – Paket Wisata Murah tahun 2023 dengan harga terjangkau. Temukan liburan serta pengalaman yang baru bersama kami. Dengan perjalanan Private Tour Wisata Indonesia, tidak digabung dengan peserta lain, menjadikan liburan Anda lebih personal dan menyenangkan. Kami menyediakan beberapa pilihan Paket liburan murah dan program wisata sesuai budget Anda. Itinerary tour, kami sesuaikan dengan jadwal sholat & Makanan yang kami sediakan di restoran bersertifikat halal, yang menjadikan kami sebagai biro perjalan Wisata halal Indonesia.

Sumber Link: Kunjungi website

About Difa Wisata

Difa Wisata adalah Tour Operator yang berbasis di Depok, Indonesia dan memiliki tim operator hampir di seluruh Indonesia. Kami sudah terdaftar resmi sebagai CV. Difacom Solusindo. Developed by Jasa Pembuatan Website www.difacomsolusindo.com

Leave a Reply